Senin, 24 Agustus 2009

KENALILAH TANDA JAMAN

Siapapun berhak untuk tidak mempercayai tentang ramalan, prediksi, perhitungan dan sebagainya tentang kontroversi bencana besar yang diperkirakan akan terjadi pada tanggal 21-12-2012. Kita tidak perlu menghakimi siapapun yang mempercayai hal itu dengan mengatakannya sebagai orang yang musryik dan sebagainya. Percaya tidak selalu harus "beriman". Musryik terjadi jika kita mengimani dan meyakini sesuatu melebihi iman kepada Allah SWT, sehingga menyekutukannya dengan NYA. Itu yang dilarang oleh Allah SWT.

Tanggal 21-12-2012 adalah suatu prediksi atau perhitungan kalender berdasarkan keilmuan yang terkait dengan kemampuan suku Maya di pedalaman Meksiko dalam hal ilmu falak, serta penelitian dan analisa para ilmuwan yang ahli dibidang astrologi dan antariksa. Orang mengunakan berbagai ilmu pengetahuan, penafsiran, perhitungan bahkan ramalan untuk mencoba melakukan analisa dan telaah dengan mengaitkannya dengan berbagai kejadian alam pada beberapa tahun terakhir ini dengan sistem perhitungan kalender suku Maya yang berhenti tepat pada tahun 2012.

Diluar kesibukan para ahli mengkaji berbagai kemungkinan yang akan terjadi pada waktu tersebut, sebagai orang beriman, kita telah diajarkan untuk memperhatikan tanda-tanda jaman yang diberikan Allah SWT pada setiap kejadian di dalam kehidupan atau kejadian alam di sekitar kita, namun banyak dari kita kurang peduli dan bahkan mengabaikan hal itu. Contoh kejadian yang sederhana adalah isu tentang Global Warming (pemanasan global) yang jelas merupakan adalah salah satu tanda kejadian alam yang luar biasa, cobalah perhatikan, saya pribadi belum pernah mengalami panasnya matahari di kota hujan seperti Bogor misalnya, yang mencapai 37-38 derajat celcius sepanjang usia saya 48 tahun, lahir dan tinggal di kota ini, dan hal itu saat ini terjadi.

Kita melihat berbagai wabah penyakit aneh merebak hampir di seluruh dunia, seperti flu burung, flu babi atau flu Meksiko yang berasal dari binatang atau flu massal yang mewabah secara dahsyat di negeri kita ini, akibat perubahan iklim yang sangat ekstrem. Terjadinya berbagai bencana alam dahsyat di berbagai belahan dunia beberapa tahun terakhir ini, yang intensitas kejadiannya sangat sering dan dahsyat serta tanpa dapat diprediksi sebelumnya. Perang dan berbagai kejahatan yang dilakukan manusia atas manusia, ibu membunuh anak kandungnya sendiri, ayah membunuh diri bersama anak-anaknya dan kejahatan yang sangat mengerikan. Apakah kita hanya menganggap semua ini sesuatu yang “kebetulan” ?

Dari kutipan buku KAMUS AL QURAN yang disusun oleh Deni Hamdani Firdaus S.Pd.I yang diterbitkan Pustaka Ancala halaman 193 tertulis sebagai berikut :

- Keadaan Langit Di Hari Kiamat
Pada hari itu langit pecah belah, mengeluarkan kabut, terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.Kemudian langit itu dilenyapkan. (Dikutip dari Al Quran surah 025:025,055:037,084:001-002,081:011)

- Keadaan Bintang, Bulan dan Matahari
Pada hari kiamat itu matahari diguilung dan bintang-bintang jatuh berserakan, bulan terbelah dan bulan kehilangan cahayanya. Saat itu matahari dan bulan dikumpulkan dan langit digulung. (Dikutip dari Al Quran surah 081:001-002,082:002,054:001,075:008-009)

- Keadaan Bumi Pada Hari Kiamat
Saat kiamat itu gunung-gunung dihancurkan sehancur-hancurnya seperti bulu yang dihambur-hamburkan, dihancurkan hingga keadaan bumi datar sama sekali, tidak terlihat ada yang rendah dan yang tinggi. Bersamaan dengan itu pula lautan meluap., bumi diguncangkan dengan guncangan dahsyat, bumi mengeluarkan beban berat yang dikandungnya, semuanya patuh dan sudah semestinya patuh. (Dikutip dari Al Quran surah 081:003,101:005,020:105,020:107,081:006,099:001-002,084:003-005)

Dari kutipan kejadian di atas yang telah tertulis dalam Al Quran, sebenarnya sudah diberitahu dengan jelas, agar kita mengamati semua tanda-tanda alam yang terjadi, sebagai rambu peringatan bagi umat manusia.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk menakut-nakuti, tetapi mengajak agar manusia secara arif melihat semua kejadian di sekitar kita beberapa waktu terakhir ini, tidak hanya menggunakan “mata fisik” saja tetapi belajar memahami semua kejadian di dalam kehidupan kita dengan “MATA IMAN” yang sudah dikaruniai Allah SWT kepada setiap manusia. Bukankah Allah SWT seringkali menyampaikan pesan kepada kita melalui kejadian-kejadian alam, kehidupan sehari-hari yang sering luput dari perhatian kita, karena kita sudah terbiasa dengan kata “KEBETULAN” atau terlena akibat kesibukan “duniawi” kita masing-masing.

Ingatkah kita sebelum kumandang adzan subuh selalu terdengar kumandang kalimat "Asshalatu choirun minnan naum" yang arti harafiahnya lebih baik sholat daripada tidur, yang berperan sebagai alarm bagi setiap umat Islam, agar segera bangun dari lelapnya tidur dan mempersiapkan diri untuk melakukan ibadah sholat subuh. Saya mengajak pembaca untuk menelaah secara mendalam, makna yang terkandung dalam kalimat "Asshalatu choirun minnan naum" yang sekilas terkesan sangat sederhana.

Ada dua makna yang sangat penting dari kalimat itu, yakni pertama adalah kata Sholat dan Tidur. Ajakan kepada kita untuk sholat dalam kalimat ini, memiliki makna yang sangat luas dan tidak semata-mata hanya menunjuk pada waktu subuh atau bahkan 5 waktu semata, tapi menunjuk kepada detik demi detik kehidupan kita setiap harinya.

Di dalam Islam kita berkewajiban untuk melaksanakan ibadah sholat 5 waktu dalam sehari. Sholat 5 waktu itu melingkupi 24 jam sehari dalam kehidupan kita. 24 jam sama dengan 1440 menit atau sama dengan 86.400 detik.

Allah SWT mengingatkan kepada kita bahwa hubungan kita dengan Allah tidak hanya sebatas sholat 5 waktu itu saja, tetapi sesungguhnya 24 jam sehari. Sehingga melalui ungkapan "Asshalatu choirun minnan naum" kita selalu diingatkan agar jangan sampai satu detik pun “iman” dan “taqwa” kita tertidur.

Fisik bisa lelah dan tertidur, namun “iman” dan “taqwa” kita dituntut harus selalu “ON” agar jaringan komunikasi bathin kita tidak pernah terputus dengan Allah SWT alias tetap “ONLINE”. Bisa dibayangkan apa akibatnya jika suatu saat, hubungan kita terputus dengan “SUMBER KEHIDUPAN“ kita.

Apabila benar pada tanggal 21-12-2012 akan terjadi perubahan atau gejolak alam yang sangat dahsyat, itu berarti, waktu kita hanya tersisa kurang lebih 3 tahun. Mengamati reaksi yang terjadi di dalam masyarakat terhadap pemberitaan tentang 21-12-2012, ada yang resah dan panik sebaliknya juga ada yg tidak peduli.

Ketidakpedulian, jika karena yang bersangkutan "yakin dan pasrah" akan kuasa Allah SWT itu masih baik, tetapi bagaimana terhadap orang yang tidak pedulinya akibat ketidaktahuan atau memang tidak mau peduli ?

Pertanyaaan yang timbul adalah bagaimana jika apa yang dikuatirkan banyak orang tentang bencana pada tanggal 21-12-2012 itu akhirnya benar-benar terjadi sebagaimana ramalan atau prediksi para peramal, ilmuwan dan sebagainya, yakni bumi akan hancur dan sebagian besar manusia akan mati karenanya ?
Atau pertanyaan sebaliknya, bagaimana jika ternyata pada tanggal tersebut tidak terjadi sesuatu apapun ?

Kematian pasti datang, tanpa bisa kita duga atau prediksi waktunya dan jika saat itu datang, kapanpun, dimanapun, apakah kematian akibat terjadinya bencana pada tanggal 21-12-2012 atau bukan, kita harus siap menghadapinya, karena itulah Takdir Allah SWT. Siapkah kita akan hal itu ?

Marilah, di bulan penuh Anugerah dan Pengampunan ini, kita renungkan kalimat "Asshalatu choirun minnan naum", akankah kita akan tetap membiarkan “iman” dan “taqwa” kita terus tertidur lelap sementara tanda-tanda jaman sudah mulai dinyatakan oleh Allah SWT. Itulah makna mendalam kalimat "Asshalatu choirun minnan naum"

Ingatlah peringatan yang sudah disampaikan melalui Al Quran surah Al Hajj 22:1 yakni :
“ Hai manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya keguncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat) “

Marilah kita bersama-sama belajar bagaimana menjaga agar lampu pelita “iman” dan “taqwa” tetap menyala terus menerus 24 jam, 1440 menit dan 86.400 detik sepanjang hidup kita, walau apapun yang akan terjadi dan semoga kita senantiasa diberikan hidayah serta kepekaan bathin untuk mampu menyimak tanda-tanda jaman yang Allah SWT nyatakan di dalam kehidupan kita sehari-hari dan melalui kejadian alam yang kita lihat. Amin, Amin Ya Rabbal Alamin.

Pimpin Nagawan
20 Agustus 2009

Tidak ada komentar: